Bullying vs Nakal : Identifikasi Dini dalam Penanganan melalui Pendekatan Kesehatan Jiwa
in Manajemen KesehatanAbout this course
Fenomena perundungan di lingkungan sekolah menengah menjadi isu serius yang menuntut perhatian khusus dari para pendidik, terutama Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Perundungan tidak hanya berdampak pada kondisi emosional dan psikologis siswa, tetapi juga memengaruhi motivasi belajar, interaksi sosial, dan perkembangan karakter remaja secara keseluruhan. Di era digital saat ini, bentuk perundungan semakin bervariasi—mulai dari intimidasi langsung, eksklusi sosial, hingga cyberbullying yang dapat berlangsung tanpa batas waktu dan ruang. Situasi ini membuat peran Guru BK menjadi semakin strategis dalam membangun sistem pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
Webinar “Remaja Tanpa Perundungan: Toolkit Teknik Pencegahan untuk Guru BK SMA/SMK” hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Acara ini dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas Guru BK melalui pemahaman komprehensif mengenai dinamika psikologis remaja, faktor-faktor pemicu perundungan, serta pola perilaku agresif yang sering muncul dalam interaksi siswa di sekolah. Peserta akan diajak untuk mengeksplorasi bagaimana perubahan sosial, pengaruh media digital, tekanan kelompok sebaya, serta kondisi lingkungan sekolah dapat berkontribusi terhadap munculnya perilaku perundungan.
Melalui webinar ini, peserta akan mendapatkan toolkit pencegahan perundungan yang bersifat aplikatif dan mudah diimplementasikan dalam setting layanan BK. Toolkit tersebut mencakup teknik identifikasi dini tanda-tanda perundungan, pendekatan komunikasi empatik, metode konseling singkat, hingga strategi intervensi preventif yang dapat dilakukan tanpa harus menunggu kasus menjadi berat. Selain itu, webinar ini juga mendorong Guru BK untuk membangun kolaborasi yang efektif dengan wali kelas, guru mata pelajaran, pihak manajemen sekolah, hingga orang tua agar tercipta ekosistem belajar yang aman, suportif, dan inklusif.
Dengan mengikuti kegiatan ini, Guru BK diharapkan mampu memperkuat sensitivitas profesional, ketanggapan dalam menghadapi kasus perundungan, serta kemampuan merancang program pencegahan yang holistik. Pada akhirnya, webinar ini bertujuan mendorong terbentuknya budaya sekolah yang menolak segala bentuk kekerasan, mengedepankan rasa aman, dan memberikan ruang bagi setiap siswa untuk tumbuh secara sehat, percaya diri, dan bebas dari perundungan.
Comments (0)